Trending

Kalsel Kembangkan Program Peternakan Terintegrasi Menuju Swasembada Daging Sapi

PENINJAUAN: Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, saat berkunjung ke salah satu kandang sapi di Kabupaten Tabalong - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah menuju swasembada daging sapi melalui pendekatan pembangunan lintas sektor yang terintegrasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan, Tanaman Pangan, Kehutanan dan Pertambangan (P2SBPTKP).

Program yang diinisiasi oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan ini dirancang sebagai strategi kolaboratif untuk meningkatkan produksi ternak sapi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah tidak hanya melibatkan sektor perkebunan, tetapi juga memanfaatkan potensi tanaman pangan sebagai sumber pakan dari limbah pertanian. Selain itu, peluang sinergi juga dibuka dengan sektor kehutanan dan pertambangan guna mendukung pengembangan peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani dan peternak lokal di daerah.

Berdasarkan data Disbunnak Kalsel, kebutuhan daging sapi di provinsi ini mencapai sekitar 7.135.295 kilogram per tahun atau setara dengan 57.645 ekor sapi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri, diperlukan populasi sekitar 260.389 ekor sapi potong.

Dalam rangka mencapai target tersebut, dibutuhkan sekitar 53.889 ekor indukan sapi. Namun saat ini jumlah indukan yang tersedia di Kalimantan Selatan baru mencapai 31.486 ekor, sehingga masih diperlukan tambahan sekitar 22.403 ekor indukan guna mendukung target swasembada daging sapi pada 2029.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menegaskan bahwa program P2SBPTKP merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan daerah secara berkelanjutan.

“Melalui P2SBPTKP, kita tidak hanya meningkatkan produksi ternak sapi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan serta meningkatkan pendapatan petani dan peternak lokal. Ini adalah langkah nyata menuju pembangunan peternakan yang berkelanjutan,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan mitra strategis, program P2SBPTKP diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan peternakan di Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama