![]() |
| SOSOK: Pembalap Veda Ega Pratama (9) pada JuniorGP - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mulai mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif pada musim debutnya di Moto3.
Aksi beraninya di lintasan membuat sejumlah media Eropa menyoroti potensinya sebagai salah satu bintang baru balap motor dunia. Salah satu sorotan datang dari media otomotif Jerman, Speedweek, yang bahkan memberikan julukan khusus bagi pembalap asal Indonesia tersebut.
Penampilan Veda Ega pada seri awal Moto3 membuat banyak pengamat terkesan dengan kemampuan adaptasinya yang dinilai sangat cepat. Meski baru menjalani musim pertama di kelas tersebut, ia dinilai mampu bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.
Media Eropa juga menilai gaya balap agresif serta keberanian Veda saat menyalip lawan menjadi salah satu faktor yang membuatnya tampil menonjol. Karakter tersebut jarang terlihat pada pembalap rookie yang biasanya cenderung bermain aman di awal musim.
Speedweek secara khusus menyoroti akselerasi motor yang dikendarai Veda saat balapan. Mereka menyebut kecepatannya di beberapa sektor lintasan seperti roket yang melesat melewati para rivalnya.
"Di Grand Prix Thailand, Honda Hope meluncurkan roket berikutnya. Setelah awal yang solid, Pratama tidak hanya mempertahankan jaraknya dengan posisi terdepan, wakil rookie Red Bull mengambil tempat ketiga di putaran keenam dan memulai upaya untuk menutup gap dengan para pembalap di depan," tulis Speedweek.
Dalam laporannya, Speedweek juga membandingkan agresivitas Veda dengan pembalap muda lain yang merupakan anak didik Marc Marquez, yakni Maximo Quiles.
Quiles sendiri pada tahun debutnya berhasil finis di posisi lima sebelum dinobatkan sebagai Rookie of the Year pada musim 2025.
“Pratama tidak kalah dalam hal agresivitas dibandingkan rival sekaligus salah satu favorit juara, Maximo Quiles,” tulis Speedweek.
Sumber: Idntimes.com

