![]() |
| KOORDINASI: Bupati Tala Rahmat Trianto saat berdialog dengan Kepala Dinas PUPRP Tanah Laut, H. Syakhril Hadrianadi - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, mengambil langkah cepat dalam mengawal agenda pembangunan infrastruktur tahun 2026. Ia menyambangi langsung Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) di Jalan A. Syairani, Pelaihari, Senin (2/3/2026) lalu.
Kehadiran Bupati disambut Kepala Dinas PUPRP Tanah Laut, H. Syakhril Hadrianadi, beserta jajaran. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan percepatan pembangunan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
H. Syakhril Hadrianadi menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung yang diberikan Bupati terhadap progres kerja instansinya.
"Terima kasih. Rekan-rekan media hari ini kami diberikan kesempatan dikunjungi oleh Pak Bupati. Karena PUPRP adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi yang menjalankan roda pemerintahan," ujar Syakhril.
"Sesuai Perbup kinerja beliau dalam bidang infrastruktur. Jadi, hari ini pertama kalinya beliau meninjau ke kantor beberapa bagian tadi, lalu melakukan diskusi di ruang kepala dinas," tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing bidang memaparkan rencana pembangunan 2026 yang telah disusun sesuai kesepakatan bersama legislatif. Fokus utama saat ini adalah mematangkan persiapan teknis dan administratif, termasuk proses tender.
"Masing-masing bidang menyampaikan informasi terkait kegiatan pembangunan 2026 yang dilaksanakan sesuai rencana kerja pembangunan daerah yang disepakati bersama dewan," jelasnya.
"Tadi kami sampaikan bincang-bincang untuk persiapan pelaksanaan tender, persiapan surat keputusan (SK), serta koordinasi internal maupun eksternal dengan ULP untuk persiapan tender," sambung Syakhril.
Bupati H. Rahmat Trianto menekankan agar proyek-proyek strategis, khususnya yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang, segera dilelang lebih awal agar kualitas pembangunan terjaga.
"Beliau mengharapkan benar-benar disiapkan untuk penyelenggaraan kinerja pemerintah daerah tersebut, khususnya yang memerlukan kecukupan waktu untuk pelaksanaannya," ungkap Syakhril.
"Karena tahun ini ada pengerjaan pedestrian yang memerlukan waktu cukup, di samping tender konstruksi kita laksanakan tender konsultan manajemen konstruksi (MK)," tambahnya.
Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan komitmen percepatan lelang pada Februari hingga Maret, guna menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
"Beliau memberikan wati-wati agar pekerjaan yang membutuhkan waktu pelaksanaan lebih panjang, tendernya harus lebih dini di Februari dan Maret sudah harus jalan," kata Syakhril.
"Sebenarnya kalau sudah ada kesiapan tender ya harus dilaksanakan supaya ada kecukupan waktu dalam pelaksanaannya agar kita tidak melambat-lambatkan," terangnya lagi.
Selain percepatan, aspek kualitas juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah telah menyiapkan Perbup sebagai payung hukum apabila terjadi kendala di lapangan, seperti faktor cuaca atau force majeure.
"Kita ada Perbup yang memberikan perlindungan jika ada kendala terkait cuaca atau force majeure, sehingga pengerjaan tetap bisa berjalan sesuai aturan," jelas Syakhril.
"Tapi untuk kinerjanya, beliau mengharapkan percepatan pembangunan. Tentu prioritas utamanya adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan pemerintah yang sedang berjalan," pungkasnya.
Sejumlah program pun telah menunjukkan progres positif, di antaranya normalisasi sungai dan persiapan pintu klep yang capaiannya telah menyentuh 40 persen. Hal ini menjadi sinyal optimisme terhadap peningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Tanah Laut tahun 2026.
Penulis: Lutfi

