Trending

Arab Saudi Pastikan Keamanan Terjaga, Pelaksanaan Haji 2026 Tetap Sesuai Rencana

SOSOK: Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Arab Saudi menegaskan kondisi keamanan dalam negeri saat ini tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan kepastian bagi calon jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, merespons meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.

"Kami ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi alhamdulillah sampai saat ini memang negaranya aman," ujar Dubes Faisal dalam konferensi pers di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026) lalu. 

Ia memastikan, seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

"Berkaitan dengan peristiwa ataupun berkaitan dengan haji ini sejalan ataupun sesuai dengan planning yang telah digariskan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan langkah antisipatif dengan berbagai skenario pelaksanaan haji 2026. Salah satunya adalah opsi penundaan keberangkatan apabila kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berisiko.

Melalui koordinasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sejumlah opsi terus dibahas guna memastikan keselamatan jemaah.

Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah.

"Kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya, membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda (keberangkatan) bisa jadi muncul, apabila keselamatan warga negara kita terancam," ujarnya.

Keputusan terkait pelaksanaan haji akan diambil secara hati-hati dengan melibatkan DPR serta menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah memastikan evaluasi terus dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan geopolitik dan laporan kondisi lapangan. Jika situasi tetap aman, keberangkatan jemaah akan berlangsung sesuai jadwal. Namun, jika risiko meningkat, opsi penundaan tetap terbuka demi keselamatan jemaah Indonesia.

Sumber: Inews.id

Lebih baru Lebih lama