![]() |
BUKA PELATIHAN: Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Aula Sinar Hotel Pelaihari - Foto Lutfi |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Aula Sinar Hotel Pelaihari, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 30 peserta terpilih yang mewakili 56 organisasi kepemudaan di Bumi Tuntung Pandang sebagai upaya mencetak kader pemimpin masa depan.
Dalam momen tersebut, Rudi membakar semangat peserta dengan mengangkat analogi heroik Thariq bin Ziyad saat menaklukkan Spanyol sebagai simbol keberanian dan tekad bulat tanpa jalan mundur bagi calon pemimpin.
Rudi menekankan bahwa penyiapan pemimpin masa depan harus dimulai dari sekarang agar putra daerah mampu mengambil peran strategis, baik sebagai bupati, legislatif, hingga pimpinan di tingkat nasional pada tahun 2045 mendatang.
Menurutnya, pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam momentum bonus demografi, melainkan harus dibekali melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
"Siapa yang akan menjadi Bupati 2045? Siapa yang jadi anggota DPRD, Kepala Dinas, atau pimpinan di provinsi hingga nasional? Kita harus menyiapkan kader-kader muda Tanah Laut dari sekarang," tegas Rudi di hadapan para peserta.
Meskipun memiliki target besar, Rudi menyoroti kendala klasik yang dihadapi sektor kepemudaan, yakni minimnya dukungan anggaran yang dinilai masih jauh dari ideal. Ia membandingkan porsi anggaran pemuda yang sering kali sudah dipangkas sejak awal perencanaan jika disandingkan dengan sektor olahraga.
Beberapa poin penting terkait tantangan anggaran ini meliputi:
* Anggaran untuk program kepemudaan masih dirasa sangat sedikit.
* Pembagian anggaran dalam perencanaan sering kali memberikan porsi yang kecil bagi sektor pemuda.
* Padahal, investasi pada pemuda bersifat jangka panjang karena bertujuan menyiapkan pemimpin masa depan, berbeda dengan ajang olahraga yang selesai setelah kompetisi berakhir.
"Anggaran pemuda itu masih sangat sedikit. Saya bicara dengan Komisi II, kadang berangkat dari pembagian anggaran itu kan sudah kecil duluan," ungkap Rudi secara blak-blakan.
Sebagai langkah konkret, Rudi berencana mengajak tokoh-tokoh pemuda untuk berdialog langsung dengan Komisi II DPRD Tanah Laut guna memperjuangkan alokasi anggaran yang lebih proporsional bagi program-program kepemudaan.
Meskipun menghadapi tantangan dana, ia tetap berharap pelatihan selama tiga hari ini mampu menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperluas jejaring.
Rudi juga menitipkan pesan agar para pemuda tetap memiliki komitmen kuat terhadap daerah asalnya.
"Tolong ajak kawan-kawannya. Kalau sudah di nasional, jangan lupakan Tanah Laut," pungkasnya di akhir sambutan.
Penulis: Lutfi

