![]() |
| RAMAI: Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kalsel, Firman Yusi, melakukan dialog dengan santri Pondok Pesantren Al Madaniyah Jaro - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, memanfaatkan masa reses 14–21 Januari 2026 dengan mengunjungi Pondok Pesantren Al Madaniyah Jaro, Kabupaten Tabalong. Lokasi ponpes tersebut berada sekitar 300 kilometer di utara Banjarmasin dan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.
Kunjungan reses tersebut diisi dengan pertemuan bersama pimpinan pondok pesantren, para ustadz, serta santri. Firman Yusi menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk melaksanakan reses di lingkungan pendidikan keagamaan tersebut.
“Terima kasih alumni Ponpes Al Madaniyah Jaro yang mengajak kami reses di lingkungan ponpes,” ujar Firman Yusi.
Ia menjelaskan, sebagai partai politik yang memiliki latar dakwah, PKS memandang pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
“Sebagai partai politik (parpol) yang juga bernuansa dakwah, kami Anggota DPRD dari PKS pada kesempatan reses kali ini menemui ustadz dan santri ponpes,” ujarnya.
Menurut Firman, kegiatan reses tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada komunitas pendidikan keagamaan.
Anggota DPRD Kalsel dua periode tersebut menilai peran ustadz, ustadzah, santriwan, dan santriwati sangat penting dalam membentuk nilai moral dan spiritual masyarakat.
“Oleh karena itu, Ponpes beserta seluruh civitas akademikanya harus kita dekati serta minta masukkan guna masa depan yang lebih baik lagi dengan tetap berpegang pada religi atau ridha Allah SWT,” ujar alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.
Sebelum bertemu para santri, Firman Yusi yang juga anggota Komisi II DPRD Kalsel Bidang Ekonomi dan Keuangan terlebih dahulu bersilaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Al Madaniyah Jaro. Wakil rakyat kelahiran Tanjung, Kabupaten Tabalong, tahun 1974 tersebut berharap dialog yang terbangun dapat memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan keagamaan.
Sumber: Nett

