Trending

Jelang Ramadan, Hampir 13 Ribu Korban Banjir Sumatra Masih Bertahan di Pengungsian

TANGKAPAN LAYAR: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ketika menghadiri rapat koordinasi satgas pemulihan pasca bencana Sumatra - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Bencana Banjir Pulau Sumatra yang juga Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, melaporkan hampir 13 ribu warga di Sumatra Utara dan Aceh masih tinggal di tenda pengungsian. Padahal, mulai Kamis (19/2/2026), umat Islam di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam rapat evaluasi pemulihan bencana di Pulau Sumatra yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026), Tito memaparkan perkembangan terbaru jumlah pengungsi dan korban.

"Di Sumatra Utara, jumlah pengungsi yang semula 53.523 di tenda sekarang tersisa 850. Semuanya berada di satu kota di Tapanuli Tengah. Karena di sana kembali terjadi banjir," ujar Tito.

Ia menyebut jumlah korban meninggal dunia di Sumatra Utara mencapai 376 jiwa, sementara 40 orang masih dilaporkan hilang.

Sementara di Aceh, jumlah korban meninggal dunia mencapai 562 jiwa dan 29 orang masih hilang. Adapun jumlah pengungsi yang semula mencapai 1,4 juta orang kini tersisa 12.144 orang yang masih berada di tenda.

"Pengungsi yang semula mencapai 1,4 juta sekarang tersisa 12.144 di tenda," kata mantan Kapolri tersebut.

Tito menambahkan, jumlah pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara, yakni hampir 6.000 orang. Ia juga menyebut hampir seluruh wilayah di Aceh terdampak banjir dan tanah longsor, dengan total 18 dari 23 kabupaten terdampak.

Di Sumatra Barat, jumlah korban meninggal dunia tercatat 267 jiwa, sedangkan 72 orang lainnya masih hilang.

Dengan demikian, total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra mencapai 1.205 jiwa.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama