Trending

Digitalisasi Jadi Kunci, UMKM Perempuan Banjarbaru Diperkuat Lewat Program SCILLS 2025

FOTO BERSAMA: Kepala DP3APMP2KB Banjarbaru, Hj Eviyana, bersama perwakilan BRIRINS - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Upaya mendorong pelaku usaha mikro perempuan agar mampu bersaing di era ekonomi digital terus dilakukan. BRI Research Institute (BRIRINS) berkolaborasi dengan Internet Society Foundation melalui Program SCILLS 2025 menggelar kegiatan pemberdayaan bertajuk “Thrive Em: Community-Based Digital Empowerment for Indonesia's Women Microentrepreneurs”, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mess L Banjarbaru, Jalan Garuda, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara tersebut diikuti sekitar 50 pelaku UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha di Kota Banjarbaru.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital yang kian pesat, sekaligus meningkatkan keberlanjutan dan skala usaha.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru, Hj Eviyana, menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha.

“Di zaman sekarang, digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan jika suatu usaha ingin bertahan dan berkembang. Melalui pelatihan ini, saya berharap UMKM tidak hanya melek teknologi, tetapi juga adaptif dan mampu membaca tren pasar,” ujarnya dalam sambutan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah proses usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal, baik dari sisi kualitas maupun tampilan visual, khususnya saat dipasarkan melalui platform e-commerce dan media sosial.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendukung pelaku UMKM agar terus berkembang.

“Kami ingin pelaku UMKM lokal naik kelas, dari usaha mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, dan seterusnya, hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program pemberdayaan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama digitalisasi usaha, yakni pencatatan keuangan digital, transaksi digital, serta proses on boarding ke platform e-commerce. Wali Kota Banjarbaru juga turut diundang untuk memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Melalui sinergi antara BRIRINS, Internet Society Foundation, dan pemerintah daerah, diharapkan UMKM perempuan di Banjarbaru semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan mampu meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama