![]() |
| HADIR: Gubernur Kaltim H. Rudy Mas'ud saat menerima kunjungan dari wisatawan luar ke Provinsi Kaltim - Foto Dok Adpim Pemprov Kaltim |
RILISKALIMANTAN.COM, KALTIM- Sektor pariwisata terus menjadi kekuatan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui Pergub Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata, Pemprov Kaltim mendorong pengembangan pariwisata yang terarah, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Pertumbuhan pariwisata Kaltim juga menunjukkan tren positif, dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, meningkatnya tingkat hunian hotel, serta hadirnya event internasional seperti East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025.
Pengembangan pariwisata bahari, pesisir, ekowisata, dan budaya terus diperkuat sebagai langkah transformasi ekonomi menuju masa depan ekonomi hijau dan biru Benua Etam.
Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi besar dan keunggulan kewilayahan yang dimiliki Provinsi Kaltim, sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong kabupaten/kota menuju transformasi ekonomi Benua Etam.
Salah satu upaya Pemprov Kaltim dalam mengoptimalkan potensi pariwisata daerah dilakukan melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata untuk memperkuat program unggulan Gubernur Kaltim H. Rudy Mas'ud (Harum) dan Wakil Gubernur H. Seno Aji dalam Program Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol).
“Pergub ini penting untuk memberikan arah, kriteria, dan standardisasi terhadap desa wisata agar tumbuh secara terencana, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa,” kata Gubernur Harum, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi.
Pertumbuhan sektor pariwisata daerah juga ditunjukkan melalui peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan. Wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 10.437 kunjungan atau meningkat 113,26 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 16,05 juta perjalanan atau meningkat 22,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Samarinda menjadi tujuan utama wisnus dengan 4,23 juta perjalanan, diikuti Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Adapun wisatawan dari kawasan ASEAN menjadi penyumbang utama kunjungan wisman, dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura sebagai tiga negara terbesar.
Sektor pariwisata juga berdampak pada peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. Tingkat hunian hotel berbintang di Kalimantan Timur tercatat sempat mencapai lebih dari 50 persen pada April 2025, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kondisi ini mencerminkan permintaan akomodasi yang membaik seiring meningkatnya kunjungan wisatawan,” bebernya.
Selain itu, EBIFF 2025 menjadi salah satu festival budaya internasional yang diikuti delegasi dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Polandia, Rusia, India, dan negara lainnya.
“Event bertaraf internasional ini memperkaya agenda pariwisata budaya serta mempromosikan seni dan tradisi lokal kepada wisatawan global,” tambahnya.
Saat ini, kabupaten/kota di Kaltim terus mengembangkan potensi pariwisata daerah, baik pariwisata berbasis bahari dan pesisir yang didorong melalui konsep ekonomi biru, maupun pariwisata berbasis daratan seperti ekowisata dan budaya yang menjadi masa depan ekonomi hijau.
Sumber: Adpim Pemprov Kaltim

