Trending

Waspadai Dampak Geopolitik Global, DPR Minta BPKH Antisipasi Risiko Pembiayaan Haji

SOSOK: Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, terutama akibat fluktuasi nilai tukar rupiah.

Azis menilai dinamika geopolitik dunia saat ini berpotensi menekan stabilitas ekonomi nasional, yang pada akhirnya berdampak pada biaya haji. Sejumlah faktor global seperti konflik Rusia–Ukraina, persoalan geopolitik di kawasan Arktik, hingga operasi Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro turut memicu ketidakpastian ekonomi global.

“Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata Azis dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut Azis, fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi faktor krusial dalam pembiayaan haji karena sebagian komponen biaya menggunakan mata uang asing. “Nilai tukar rupiah hari ini sudah mendekati Rp17.000 per dolar AS. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang: rupiah, SAR, dan dolar,” ujarnya.

Tekanan terhadap rupiah memang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Nilai tukar rupiah sempat mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan pasar keuangan global dan faktor domestik.

Azis menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan haji agar pelemahan rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi jamaah.

“Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai rupiah dan tidak beban bagi jamaah kita,” ujarnya.

Sumber: Antara.com

Lebih baru Lebih lama