Trending

Realisasi Investasi Banjarbaru 2025 Tembus Rp1,029 Triliun, Lampaui Target Hingga 251 Persen

BANGUNAN: Gedung Balai Kota Banjarbaru yang terletak di tengah Ibu Kota Provinsi Kalsel - Foto Dok Istimewa 

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Aktivitas perekonomian di Kota Banjarbaru menunjukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut ditandai dengan tumbuhnya berbagai sektor usaha, mulai dari jasa, perdagangan, hingga transportasi dan telekomunikasi. Perkembangan ini turut didukung oleh masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) serta membaiknya kondisi ketenagakerjaan.

Dilansir dari laman data.bkpm.go.id, realisasi investasi di Kota Banjarbaru selama tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun. Nilai tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Banjarbaru sekaligus menandai keberhasilan daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi daerah.

“Capaian investasi ini menunjukkan bahwa Banjarbaru semakin dipercaya sebagai lokasi yang aman dan menjanjikan bagi para investor,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Realisasi investasi tersebut tercatat melampaui target yang telah ditetapkan. Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan investasi sebesar Rp410 miliar, sementara target Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berada di angka Rp710 miliar. Dengan realisasi Rp1,029 triliun, capaian ini setara 251,20 persen dari target kota dan 144,98 persen dari target provinsi.

Secara sektoral, investasi di Kota Banjarbaru didominasi oleh sektor jasa, antara lain jasa penyewaan kendaraan, layanan kesehatan swasta seperti rumah sakit dan klinik, jasa pengujian laboratorium, serta sektor hiburan. Selain itu, sektor perdagangan juga berkontribusi melalui aktivitas perdagangan besar dan eceran berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Di sisi lain, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi turut berperan dalam menopang pertumbuhan investasi daerah. Aktivitas logistik, penyimpanan, distribusi barang, layanan rantai dingin, serta angkutan barang antardaerah memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi.

Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) juga menjadi salah satu pendorong utama capaian investasi tersebut. Modal asing yang masuk berasal dari berbagai negara, antara lain Belanda, Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Amerika Serikat, Turki, Jepang, dan Swiss, dengan sebaran investasi di beragam sektor usaha.

Pertumbuhan investasi yang signifikan ini turut berdampak positif terhadap kondisi ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarbaru tercatat mengalami penurunan dari 4,93 persen pada tahun 2024 menjadi 4,75 persen pada tahun 2025, atau berkurang sekitar 1.200 orang.

"Penurunan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas usaha berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah," sambung Wali Kota Lisa.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Bambang Supriyanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga tren positif investasi yang telah tercapai.

“Pada tahun 2026, kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi penginputan data kepada perusahaan serta memperkuat komunikasi langsung dengan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar Banjarbaru tetap menjadi kota yang aman, kondusif, dan menarik bagi investor,” ujarnya.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama