![]() |
| PROGRAM NASIONAL: Salah satu pelajar di Sekolah Dasar membawa sejumlah ompreng program MBG - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema khusus yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian tersebut terutama diterapkan di daerah dengan mayoritas penduduk muslim. Jika pada hari biasa makanan MBG dikonsumsi di sekolah, selama Ramadan makanan tetap dibagikan pada jam sekolah namun dibawa pulang oleh para penerima manfaat untuk disantap saat waktu berbuka puasa.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa skema tersebut bukan hal baru dan telah diterapkan pada Ramadan sebelumnya.
"Ya, untuk Ramadan itu sama seperti tahun lalu. Jadi, untuk daerah yang mayoritas Muslim, makanan akan dibagikan pada jam sekolah, tapi makanannya dibawa ke rumah dan tahan lama, tahan 12 jam, dari mulai disiapkan sampai dia dikonsumsi pada saat buka," ujar Dadan usai rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026) lalu.
Menurutnya, tantangan utama pelaksanaan MBG selama Ramadan bukan hanya pada aspek distribusi, tetapi juga memastikan makanan tetap aman dan layak dikonsumsi meski baru disantap beberapa jam setelah dibagikan.
Oleh karena itu, BGN melakukan penyesuaian pada jenis menu yang diberikan. Makanan yang disiapkan merupakan menu siap santap yang memiliki daya tahan cukup lama.
"Tentu saja menu-menu yang siap santap, tapi tahan lama," lanjut Dadan.
Ia menjelaskan, menu MBG selama Ramadan akan difokuskan pada bahan makanan yang sederhana, praktis, namun tetap memenuhi kebutuhan gizi. Selain nilai nutrisi, ketahanan makanan hingga waktu berbuka juga menjadi pertimbangan utama.
Beberapa menu yang disiapkan di antaranya kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, serta berbagai penganan lokal yang tidak mudah basi.
"Contoh misalnya kurma, ya. Telur rebus, buah, kemudian abon. Penganan-penganan lokal yang bisa tahan lama, misalnya kue," katanya.
Sementara itu, untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, pelaksanaan program MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan pola distribusi maupun waktu konsumsi makanan.
"Untuk daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal," pungkas Dadan.
Sumber: Detik.com

