Trending

Pemkab Kotabaru Gencarkan Kode Klasifikasi Arsip dan Aplikasi Srikandi

 

RAMAI: Rakor Srikandi sekaligus Sosialisasi Kode Klasifikasi Arsip di Gedung Ratu Intan Kotabaru yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotabaru - Foto Dok Mawardi


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Pemerintah Kabupaen (Pemkab) Kotabaru melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Rapat koordinasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) sekaligus Sosialisasi Kode Klasifikasi Arsip, Selasa (20/2/2024) di Gedung Ratu Intan di Kotabaru.

Kegiatan itu menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Nomor : 045.1/46/Armista.Dispersip tentang penggunaan Kode klasifikasi Arsip. 

Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotabaru Ir. Kamiruddin yang diikuti 76 peserta dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan Lingkup Kabupaten Kotabaru. Ada pun untuk narasumber didatangkan dari Kabag Hukum Setda Kotabaru dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Disela kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotabaru Ir. Kamiruddin menjelaskan, Rakor ini digelar dalam rangka meningkatkan tata kelola Arsip yang baik, tertib administrasi penyelenggaraan pengelolaan persuratan dan kearsipan di Lingkungan Pemkab Kotabaru. 

"Dilingkup Pemkab Kotabaru aplikasi Srikandi mulai kembali diterapkan sejak 20 Februari 2024. Aplikasi ini merupakan penerapan dari implementasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik atau SPBE yang memberikan kemudahan dan manfaat bagi birokrasi khususnya dalam hal kearsipan dan persuratan karena terintegrasi dan tersimpan secara elektronik sehingga lebih efektif dan efisien," jelasnya.


Selain itu dirinya juga mengatakan, penerapan program Srikandi tentunya harus memenuhi tiga hal, yaitu Sumber Daya, Tahapan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Integrasi dalam Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik. 

"Kode Klasifikasi sangat diperlukan karena sangat membantu dalam menyusun dan mengidentifikasi Arsip. Kode Klasifikasi menggunakan angka sebagai dasar pemberian nomor surat, pemberkasan, penataan penyusunan dan penemuan kembali Arsip," tuturnya.

Aplikasi Srikandi merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Badan Siber dan Sandi Negara (SBSN).

Sementara itu, salah satu narasumber dari Dispersip Provinsi Kalsel Muamar, SH mengungkapkan, Aplikasi Srikandi sekarang memiliki versi 3. 

"Aplikasi Srikandi ini adalah tuntutan dari Pemerintah Pusat dan Srikandi ini merupakan Peraturan dari Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang mana yang masuk dalam Sistem Elektronik adalah Kearsipan. Nah hari ini kami akan menyampaikan bagaimana struktur yang harus diinput dalam Aplikasi Srikandi dan juga sebagai  informasi tambahan bahwa Srikandi sekarang ada versi yang mana sebelumnya ada versi 2," bebernya.

Dijelaskannya juga bahwa Kabupaten harus cepat mengikuti transformasi perubahan-perubahan dibidang kearsipan, salah satunya versi 3 Srikandi ini.

Tidak berbeda, Kabag Hukum Setda Kotabaru Hadlrami, SH Menyampaikan, untuk menghindari risiko atas sanksi menghilangkan arsip, peralihan arsip fisik ke digital menjadi pilihan tepat saat ini. 

"Sistem kearsipan elektronik memiliki kelebihan dibanding fisik, yaitu memberikan kemudahan dalam pengelolaan dan manajemen arsip, menghemat biaya dan waktu, serta meningkatkan kinerja organisasi dan keamanan dokumen," tukasnya.

Penulis: Mawardi

Lebih baru Lebih lama
Pilkada-Kota-BJB