![]() |
| PENGHARGAAN: Sertifikat Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI untuk Kalimantan Selatan - Foto Dok Diskominfo Kalsel |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-11 nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 dengan skor 50 poin. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025, ketika Kalsel berada di peringkat ke-13 dengan skor 42 poin.
Penilaian indeks wisata ramah muslim itu dirilis CrescentRating bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Hasilnya menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat perkembangan ekosistem pariwisata ramah muslim di berbagai provinsi.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, mengatakan skor Kalsel meningkat delapan poin dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan tersebut berkaitan dengan upaya pembenahan fasilitas, layanan, dan dukungan bagi wisatawan muslim.
“Berdasarkan laporan resmi CrescentRating, Kalimantan Selatan mencatatkan peningkatan skor tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia pada IMTI 2026, yaitu naik sebanyak 8 poin. Lonjakan skor ini membuktikan bahwa Kalsel bergerak cepat membenahi infrastruktur, fasilitas ramah muslim, ketersediaan kuliner halal, serta kualitas pelayanan di berbagai destinasi wisata unggulan,” ujar Iwan, Selasa (20/10/2026).
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan pariwisata ramah muslim di Kalimantan Selatan. Menurutnya, potensi daerah perlu terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Data yang disampaikan Dispar Kalsel juga mencatat skor 49 poin pada 2023, ketika provinsi ini berada di peringkat ke-10 nasional. Dengan demikian, skor pada 2026 meningkat satu poin dibandingkan 2023, meski posisi peringkatnya berbeda.
Ke depan, Dispar Kalsel berkomitmen melanjutkan pengembangan destinasi dan promosi pariwisata, termasuk potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Iwan menilai penguatan standar pelayanan, edukasi bagi pelaku usaha, serta promosi destinasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya tarik Kalimantan Selatan bagi wisatawan.
“Dengan tren Muslim Friendly Tourism yang kian meluas, kami optimistis pembenahan berkelanjutan baik pada standar pelayanan, edukasi pelaku usaha, maupun promosi destinasi akan semakin memperkuat daya tarik Kalimantan Selatan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara,” pungkasnya.
Peningkatan skor IMTI 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memperkuat fasilitas serta layanan pariwisata ramah muslim di Kalimantan Selatan. (rls)
