![]() |
| RAMAI: Pembukaan Festival Literasi Banjarbaru (FLB) 2026 - Foto Dok Diskominfo Banjarbaru |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus digital melalui Festival Literasi Banjarbaru (FLB) 2026. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat budaya membaca, tetapi juga membangun kebiasaan memeriksa kebenaran informasi agar masyarakat tidak mudah terpapar hoaks.
Festival yang diselenggarakan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru tersebut resmi dibuka di Aula Museum Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026).
Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Bambang Supriyatno, mengatakan literasi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang mampu memahami dan menggunakan informasi secara tepat.
Menurutnya, literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memiliki kecakapan untuk memahami isi informasi, mengevaluasi kebenarannya, serta mengolah pengetahuan yang diperoleh menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Di tengah kemudahan penyebaran informasi melalui media digital, kemampuan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Maka dari itu diperlukanlah kecakapan literasi yang membuat kita mampu memahami, mengevaluasi secara kritis, dan mengelola informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam pengembangan kehidupan kita,” ujarnya.
Bambang berharap Festival Literasi Banjarbaru tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mendorong kebiasaan membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksa informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Luangkan waktu untuk membaca, biasakan diri memeriksa kebenaran informasi. Sehingga berbagi pengetahuan dengan orang-orang di sekitar kita,” ucapnya.
Pembukaan Festival Literasi Banjarbaru 2026 diikuti 90 peserta yang terdiri atas kepala sekolah atau pengelola perpustakaan tingkat SD dan SMP sederajat, serta pengelola taman bacaan masyarakat.
Keterlibatan unsur sekolah dan taman bacaan menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Perpustakaan dan taman bacaan diharapkan dapat menjadi ruang untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas akses terhadap pengetahuan.
Penguatan literasi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat menghadapi beragam informasi yang beredar setiap hari. Selain membaca, masyarakat perlu membandingkan informasi dengan sumber tepercaya, memeriksa konteks, serta memastikan kebenaran berita sebelum meneruskannya.
Melalui Festival Literasi Banjarbaru 2026, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap kebiasaan membaca dan kecakapan memilah informasi semakin berkembang. Upaya tersebut diharapkan mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih kritis, berpengetahuan, dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan. (rls)
