Trending

Perbasi Kalsel Dorong Turnamen Sekolah Jadi Jalur Regenerasi Atlet

REGENERASI: Suasana pertandingan bola basket antar sekolah - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Konsistensi sekolah menggelar kompetisi bola basket dinilai menjadi salah satu kunci memperkuat pembinaan sekaligus mempercepat regenerasi atlet muda di Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan saat mengapresiasi SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang kembali menggelar Don Bosco Level Up Project (DLUP) 2026 di Don Bosco Arena Banjarmasin, Senin (28/9/2026).

Sekretaris DPD Perbasi Kalsel Arif Rahman Hakim mengatakan, semakin banyak sekolah yang konsisten menggelar kompetisi menunjukkan antusiasme bola basket di kalangan pelajar terus berkembang.

“Kami dari DPD Provinsi Kalimantan Selatan selalu mendukung dan mengapresiasi sekolah-sekolah yang terus melaksanakan kegiatan bola basket,” ujarnya.

Menurut Arif, kompetisi pelajar tidak semestinya hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Setiap pertandingan juga harus menjadi ruang pembentukan mental dan karakter atlet muda.

Ia menekankan sportivitas sebagai salah satu fondasi penting dalam proses pembinaan.

“Kami berharap para pebasket muda sebagai penerus bola basket Kalimantan Selatan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Jangan menjadi pebasket pecundang, tetapi menjadi pebasket petarung,” tegasnya.

Arif menjelaskan, mental petarung bukan berarti menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Atlet justru harus mampu bertanding secara sportif, menerima hasil pertandingan, dan menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi.

“Ketika kalah, tetap semangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” katanya.

Selain mendorong kompetisi pelajar, Perbasi Kalsel menyiapkan sejumlah program untuk membangun ekosistem bola basket yang lebih terukur.

Salah satunya melalui pengembangan aplikasi big data basket Kalsel yang nantinya memuat data pemain, pelatih, organisasi, sarana dan prasarana, hingga statistik pertandingan secara individu.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen analisis dalam menentukan arah pembinaan bola basket di Kalimantan Selatan.

“Walaupun kita sudah memiliki aplikasi dari DPP berkaitan dengan data organisasi dan klub, ini akan lebih spesifik untuk menjadi bahan analisis bola basket di Kalimantan Selatan,” jelas Arif.

Perbasi Kalsel juga menyiapkan Akademi Wasit sebagai ruang pembinaan bagi masyarakat dan pecinta basket yang ingin menekuni profesi perangkat pertandingan.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah sekaligus kualitas wasit melalui standar kompetensi yang lebih baik.

Arif juga mendorong sekolah lain untuk tidak berhenti menggelar turnamen. Namun, konsistensi tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan.

“Yang paling penting adalah konsistensi untuk menyelenggarakan. Kemudian secara perlahan kita tingkatkan kualitas penyelenggaraannya, sehingga kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana efektif meningkatkan kualitas bola basket di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Penulis: H. Faidur 

Lebih baru Lebih lama