Trending

Kasus ISPA di Banjarmasin Melesat hingga 2.580 Kasus, Imbas Kiriman Asap Karhutla Tetangga

​KUALITAS UDARA BURUK: Pengendara sepeda motor melintas di persimpangan jalan Kota Banjarmasin di tengah kepungan kabut asap dan kekeruhan udara akibat dampak karhutla wilayah tetangga. Foto: Rian


​RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar berdampak serius terhadap kesehatan warga Kota Banjarmasin.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 37,7 persen hanya dalam rentang waktu empat pekan.

​Berdasarkan data Dinkes, peningkatan angka penderita ISPA menunjukkan tren naik secara konsisten setiap minggunya:

  • ​Pekan ke-33: 1.874 kasus
  • ​Pekan ke-34: 2.127 kasus
  • ​Pekan ke-35: 2.451 kasus
  • ​Pekan ke-36 (Puncak): 2.580 kasus

​Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menjelaskan bahwa grafik kenaikan kasus ini mulai menanjak signifikan sejak akhir Juli hingga Agustus 2026 seiring meningkatnya paparan kabut asap kiriman.

​"Kalau kita lihat, kenaikan jumlah penderita ISPA di Banjarmasin terjadi sejak adanya karhutla, yang mayoritas berasal dari wilayah tetangga. Seperti Kabupaten Banjar dan Banjarbaru," kata Yanuar pada Jumat (25/09/2026).

Melihat pergerakan angka yang terus meningkat, Yanuar mengingatkan masyarakat untuk tidak panik namun tetap disiplin menjaga diri.

Langkah pencegahan mandiri dinilai sangat penting untuk menekan angka paparan ISPA di Kota Seribu Sungai.

"Langkah sederhana yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan. Warga kita imbau membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan serta menutup pintu dan jendela rumah ketika kabut asap dalam kondisi pekat," imbaunya.

​Selain membatasi kontak dengan asap pekat melalui penggunaan masker, warga juga didorong menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Upaya seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, minum cukup air putih, dan beristirahat teratur menjadi kunci dalam menjaga imunitas tubuh di tengah kondisi udara yang buruk.

Apabila muncul gejala kesehatan, Yanuar menegaskan agar warga tidak menunda untuk segera memeriksakan diri.

​"Pemeriksaan medis segera sangat disarankan jika mengalami gejala. Seperti sesak napas, batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan fisik lainnya yang tidak kunjung membaik," tegasnya.

Penulis : rian

Lebih baru Lebih lama