![]() |
| JAGO MERAH: Petugas BPBD Banjarmasin memadamkan api - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tembikar, perbatasan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, nyaris menjalar ke permukiman warga pada Kamis (10/9/2026) malam.
Api mendekati Kompleks Adaula Gardenia, Jalan Tatah Pelatar, Desa Belayung Baru, Kabupaten Banjar. Kobaran api dan asap tebal membuat sejumlah warga, terutama yang memiliki bayi dan anak kecil, memilih mengungsi sementara.
Warga Kompleks Adaula Gardenia, Wahyudi, mengatakan asap kebakaran sudah terlihat dari kejauhan sejak sekitar pukul 14.00–15.00 WITA. Kondisi berubah ketika angin kencang bertiup pada sore hari.
"Kejadiannya awal waktu masih siang sekitar jam 2 atau jam 3 itu memang ada asap tapi jauh. Pas sudah sore jam 5 atau jam 6 itu anginnya kencang, hal itu yang membuat apinya cepat mendekati komplek kami," kata Wahyudi, Jumat (11/9/2026).
Menjelang Maghrib, api semakin mendekati area perumahan. Sejumlah warga kemudian mengamankan anggota keluarga yang masih kecil ke tempat yang lebih aman.
"Kondisi komplek mulai Maghrib itu sudah ada BPK swasta yang datang mencari titik air. Terus warga-warga di sekitar situ yang ada anak kecil seperti saya, di mana ada bayi, kami amankan dulu mengungsi ke tempat teman di Pal 7," ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran dan relawan kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dilokalisasi di batas luar permukiman. Tidak ada rumah warga yang dilaporkan terbakar.
Namun, penanganan di lapangan terkendala minimnya akses sumber air. Warga berharap sungai di sekitar lokasi dapat dikeruk dan mobil tangki air disiagakan untuk membantu penanganan jika kebakaran kembali meluas.
"Semoga nanti ada pengerukan juga sungai di sekitar situ. Karena kemungkinan ada airnya," kata Wahyudi.
Kebakaran di wilayah perbatasan itu juga mendapat perhatian BPBD Kota Banjarmasin. Meski lokasi utama kebakaran berada di wilayah Kabupaten Banjar, BPBD Banjarmasin menerjunkan personel untuk menjaga wilayah perbatasan sekaligus mengantisipasi dampak asap ke permukiman Kota Banjarmasin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan tim siaga dampak karhutla bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana tingkat kelurahan berada di lokasi hingga dini hari.
"BPBD dan juga tim siaga dampak karhutlah dan kabut asap sampai dini hari di sana malam tadi, sambil menjaga wilayah perbatasan kita, Kota Banjarmasin," kata Husni.
Menurut Husni, personel Banjarmasin juga ikut melakukan pemadaman di wilayah Kabupaten Banjar setelah berkoordinasi dan mendapat izin dari BPBD Kabupaten Banjar.
"Kami sudah minta izin malam tadi langsung kontak dengan Kepala BPBD Kabupaten Banjar untuk masuk wilayah, karena malam tadi kita tidak hanya berjaga di perbatasan tapi kawan-kawan ikut memadamkan, Damkar swasta kita, kawan-kawan BPBD," jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan karena asap dari kebakaran di wilayah perbatasan turut berdampak ke masyarakat Kota Banjarmasin.
Husni mengatakan asap masih terlihat hingga Jumat pagi. Untuk mengurangi dampak paparan asap, BPBD Banjarmasin membagikan sekitar 1.500 hingga 2.000 masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dipusatkan di Kelurahan Pemurus Dalam bersama pihak kecamatan. Tim kemudian bergerak hingga kawasan perbatasan untuk memantau kondisi asap.
"Makanya ini pagi ini tim langsung turun ke lapangan tadi, jam 9 bergerak. Membagikannya sekitar 1.500-an mungkin sampai 2.000 masker kami bawa tadi, dipusatkan di Kelurahan Pemurus Dalam dengan pihak kecamatan," ujar Husni.
Ia mengatakan berdasarkan laporan tim di lapangan, asap putih masih terlihat dari lokasi kebakaran pada Jumat pagi.
Penulis: Rian
