Trending

Hari Keenam Operasi SAR KM Virgo: Tim Penyelam Berhasil Angkat Tiga Jenazah dari Dasar Laut

Evakuasi : Tim gabungan TNI AL dan Basarnas melakukan evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 di geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Foto: Basarnas Banjarmasin


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL — Perkembangan signifikan terjadi pada hari keenam operasi pencarian korban insiden KM Virgo Transport 8, Jumat (18/9/2026).

Tim penyelam TNI AL yang disiagakan di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dari dalam badan kapal yang karam di dasar laut.

​Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa proses evakuasi pertama terlaksana pada pukul 12.28 WITA untuk jenazah berjenis kelamin laki-laki dari kedalaman sekitar 24 meter.

"Rekan penyelam TNI AL yang onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai tadi siang pada pukul 12.28 berhasil mengevakuasi satu korban jenis kelamin laki-laki dari body kapal KM Virgo di kedalaman 24 meter,” ungkap Bram saat menggelar konferensi pers perkembangan evakuasi KM Virgo 8, Jumat malam.

Operasi penyelaman berlanjut dan selang 42 menit kemudian, tepatnya pukul 13.10 WITA, dua korban tambahan kembali diangkat dari lokasi yang relatif sama. Secara keseluruhan, tiga korban yang terdiri atas dua pria dan satu wanita telah berhasil dievakuasi pada pencarian hari ini.

​Kondisi cuaca serta perairan yang condong bersahabat selama dua hari terakhir menjadi kunci suksesnya tindakan penyelaman, setelah sebelumnya sempat terhambat arus deras dan cuaca buruk.

"Beberapa hari yang lalu hari ketiga, kedua agak berat masuknya karena faktor cuaca dan arus air laut. Pada hari ini kita bisa dibantu turun oleh rekan penyelam TNI AL. Kita berhasil mengevakuasi tiga korban," jelasnya.

​Ketiga jenazah awalnya dipindahkan ke KRI I Gusti Ngurah Rai sebelum dilanjutkan ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Mengenai data diri para korban, pihak Basarnas belum mempublikasikan nama-nama secara resmi karena proses verifikasi merupakan kewenangan penuh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui verifikasi data ante mortem dan post mortem.

​"Tim SAR hanya mengevakuasi apa pun yang kami dapat. Kami sebut body part (jenazah, red), terlepas ada tidaknya identitas, mungkin HP, tas, KTP. Kami tidak berkewenangan untuk menyebutkan identitas. Yang akan menentukan rekan DVI Polri. Disesuaikan dengan ante mortem. Dicocokkan," tegasnya.

Bersamaan dengan langkah evakuasi korban, tim salvage juga mulai melakukan pemetaan bawah laut menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) sejak pukul 12.30 WITA.

Langkah ini ditujukan untuk menganalisis posisi pasti bangkai kapal yang saat ini terpantau stabil di kedalaman 24 hingga 29 meter tanpa pergeseran.

​Meski prosedur pangkatan badan kapal menjadi tanggung jawab pihak pemilik, Basarnas terus mendorong percepatan teknis di lapangan.

​"Kita berusaha bekerja secepat mungkin. Kita juga mengejar tim salvage agar bisa dilakukan lebih cepat," pungkasnya.

​Proses pengantaran ketiga korban masih berlangsung dan KN SAR Kamajaya dijadwalkan tiba serta bersandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 23.00 WITA.

Penulis : rian

Lebih baru Lebih lama