![]() |
| FOTO BERSAMA: Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, mengunjungi SMAN 1 Pelaihari - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti kebutuhan tenaga pendidik agama non-Islam di SMAN 1 Pelaihari saat melakukan kunjungan kerja monitoring belum lama ini. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama di tengah status SMAN 1 Pelaihari sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Tanah Laut dengan jumlah siswa sekitar 900 orang.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, untuk meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan pihak sekolah terkait penyelenggaraan pendidikan.
Jihan mengatakan, monitoring tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD guna memastikan fasilitas pendidikan terus ditingkatkan dan kebutuhan sekolah dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan bahwa pada 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyalurkan bantuan berupa pembangunan ruang pengawas serta penyediaan alat pembelajaran bagi SMAN 1 Pelaihari.
Meski demikian, menurut Jihan, masih terdapat persoalan yang perlu segera mendapat perhatian, yakni keterbatasan guru pendidikan agama non-Islam. Ia menilai kebutuhan tersebut harus dipenuhi agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang setara sesuai haknya.
"Kami akan membawa persoalan ini dalam pembahasan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Harapannya, solusi dapat segera ditemukan sehingga kebutuhan tenaga pendidik dapat dipenuhi dan seluruh siswa memperoleh pelayanan pendidikan agama secara optimal," ujarnya.
Kepala SMAN 1 Pelaihari, Ihsanul Imani, S.Pd., mengapresiasi perhatian yang diberikan Komisi IV DPRD Kalsel terhadap kondisi sekolah. Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan sarana dan prasarana yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Ihsanul, dukungan tersebut sangat membantu proses belajar mengajar. Namun, ia berharap kebutuhan guru agama non-Islam dapat segera dipenuhi agar pelayanan pendidikan bagi seluruh siswa dapat berjalan lebih maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan turut menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan Komisi IV DPRD Kalsel. Langkah itu diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Pelaihari.
Penulis: H. Faidur
