![]() |
| SOSOK: Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan masih relatif terkendali pada akhir Juli 2026. Namun, masyarakat perlu mewaspadai kenaikan harga cabai rawit merah lokal yang mencapai 11,41 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di 13 kabupaten/kota pada pekan kelima Juli 2026, periode 27–31 Juli 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi terkendali, meski terdapat pergerakan pada sejumlah komoditas.
“Pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar serta menjaga kelancaran distribusi barang di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Gia, sapaan akrabnya, di Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).
Sejumlah komoditas strategis masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Harga rata-rata beras premium tercatat Rp15.700 per kilogram, sedangkan MinyaKita berada di angka Rp16.258 per liter.
Harga telur ayam ras juga relatif stabil dengan rata-rata Rp15.085 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya dan berada pada rata-rata Rp32.577 per kilogram.
Di tengah harga sejumlah kebutuhan pokok yang masih terkendali, komoditas hortikultura menjadi salah satu perhatian Dinas Perdagangan Kalsel.
Cabai rawit merah lokal tercatat mengalami kenaikan rata-rata 11,41 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sebaliknya, harga cabai merah keriting mengalami penurunan sekitar 4,89 persen.
“Fluktuasi harga pada komoditas hortikultura umumnya dipengaruhi faktor pasokan, kondisi cuaca, dan distribusi. Karena itu kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, serta instansi terkait agar pasokan tetap terjaga,” kata Gia.
Menurutnya, pergerakan harga komoditas hortikultura perlu terus dipantau karena sangat dipengaruhi kondisi pasokan dan kelancaran distribusi dari daerah produksi menuju pasar.
Dinas Perdagangan Kalsel juga terus melakukan pengawasan distribusi serta pemantauan langsung ke pasar tradisional dan pasar modern di berbagai wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak harga maupun gangguan pasokan yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Pemprov Kalsel Pastikan Stok Bapok Aman
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pengendalian harga kebutuhan pokok tetap menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi daerah.
Gia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena ketersediaan kebutuhan pokok secara umum masih mencukupi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok kebutuhan pokok secara umum masih tersedia. Pemerintah akan terus hadir memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali,” tutupnya.
Penulis: H. Faidur
