Trending

Dian Rahmat Trianto Dorong Sasirangan Tanah Laut Jadi Kekuatan Ekonomi Perempuan

SOSOK: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, saat menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong sasirangan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kain Sasirangan Tanah Laut terus didorong naik kelas dari sekadar warisan budaya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi perempuan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, mengatakan pengembangan Sasirangan harus mampu memberikan manfaat langsung kepada para perajin dan pelaku usaha lokal.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi bagian dari program Teras Negeri Swara Cantika 2026 persembahan Tempo Media Group di Studio Tempo Media, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Dian, potensi Sasirangan Tanah Laut semakin terbuka setelah produk tersebut mulai menembus berbagai panggung nasional hingga internasional.

Salah satunya melalui keikutsertaan Sasirangan Tanah Laut dalam Plaza Indonesia Men's Fashion Week (PIMFW) melalui kolaborasi bersama desainer Mel Ahyar.

Sasirangan Tanah Laut juga mencatat capaian di kancah internasional setelah tampil dalam Indonesia Creative Week di Antwerp Central Station, Belgia, pada Desember 2025.

Dalam ajang tersebut, Tanah Laut menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang terpilih untuk tampil.

Tidak berhenti pada kehadiran di panggung internasional, kain Sasirangan Tanah Laut bahkan dipercaya menjadi material utama dalam kreasi busana sejumlah desainer asal Belgia.

Capaian tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah. Namun, Dian menilai peluang pasar tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk dan kapasitas para pelaku usaha.

“Popularitas Sasirangan harus sejalan dengan peningkatan kualitas, inovasi dan kapasitas UMKM,” menjadi salah satu penekanan Dian dalam mendorong pengembangan produk lokal Tanah Laut.

Menurutnya, semakin luasnya pasar Sasirangan harus memberikan efek berantai bagi masyarakat. Perajin tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga perlu mendapat dukungan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin luas.

Karena itu, pengembangan Sasirangan diarahkan tidak hanya untuk memperkuat identitas budaya Tanah Laut, tetapi juga membuka ruang ekonomi yang lebih besar bagi perempuan.

Perempuan yang selama ini terlibat dalam proses produksi maupun pengembangan UMKM diharapkan dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Di sisi lain, keberhasilan membawa Sasirangan ke panggung nasional dan internasional menjadi tantangan untuk menjaga kualitas serta konsistensi produk.

Dian menilai inovasi menjadi bagian penting agar Sasirangan tetap relevan dengan perkembangan industri fesyen tanpa kehilangan karakter sebagai kain tradisional Kalimantan Selatan.

Pengembangan ekonomi perempuan melalui Sasirangan juga menjadi bagian dari peran Dian dalam menjalankan berbagai tugas pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.

Selain sebagai Ketua TP PKK, Dian juga menjalankan peran sebagai Bunda PAUD dan Ketua Tim Pembina Posyandu.

Peran tersebut mencakup dukungan terhadap peningkatan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta kesejahteraan keluarga.

Dengan penguatan UMKM dan pengembangan Sasirangan, potensi budaya daerah diharapkan tidak berhenti sebagai identitas, tetapi berkembang menjadi sumber ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanah Laut.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama