Trending

Dian Rahmat Dorong Anak Muda Bawa Wastra Tanah Laut Tembus Pasar Global

SOSOK: Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi berani menciptakan karya dan membawa identitas wastra lokal ke pasar yang lebih luas hingga tingkat global.

Pesan tersebut disampaikan Dian Rahmat saat menjadi juri sekaligus narasumber Vastraloka Talkshow Day 1 bertajuk “From Heritage to Global Collaboration: Elevating Indonesian Wastra Through Innovation, Culture & Creative Economy” di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Vastraloka Modern Nusantara Fashion Design Competition 2026. Dalam kesempatan itu, Dian Rahmat menyoroti pentingnya kreativitas dan regenerasi pelaku industri wastra agar kekayaan budaya daerah tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan produk budaya menjadi karya kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, inovasi tersebut tetap harus mempertahankan karakter dan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama sebuah karya.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam mendampingi para perajin di Kabupaten Tanah Laut. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah memastikan adanya regenerasi sehingga keterampilan membuat kerajinan dan wastra dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Do yourself, no matter what they say. Kalian harus punya karya yang autentik dan memiliki keunikan tersendiri,” tegas Dian Rahmat.

Menurutnya, karya yang hanya mengikuti tren akan sulit memiliki identitas yang kuat. Sebaliknya, kreativitas yang berangkat dari karakter dan kekayaan budaya lokal justru dapat menjadi pembeda ketika masuk ke pasar yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong anak muda Tanah Laut untuk berani memulai dan tidak takut menghasilkan karya yang berbeda. Potensi budaya lokal, kata dia, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa identitas daerah.

Dian Rahmat juga menilai pengembangan wastra daerah tidak harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha, desainer, pelaku industri kreatif, komunitas, dan berbagai jejaring lainnya dapat membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal.

Konsep kolaborasi tersebut juga diterapkan melalui keikutsertaan dalam Vastraloka. Kegiatan itu menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi wastra dan kriya daerah melalui jejaring non-APBD bersama pelaku usaha, desainer, dan pegiat ekonomi kreatif.

Sasirangan Tanah Laut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui pola tersebut. Dengan inovasi desain, peningkatan kualitas, serta strategi promosi yang tepat, wastra daerah dinilai memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar daerah bahkan pasar internasional.

Bagi Dian Rahmat, membawa wastra lokal ke pasar global bukan sekadar persoalan menjual produk. Lebih dari itu, terdapat identitas daerah, cerita budaya, keterampilan perajin, dan potensi ekonomi masyarakat yang ikut dibawa melalui setiap karya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda Tanah Laut yang berani masuk ke industri kreatif dengan karya autentik. Regenerasi tersebut dinilai penting agar potensi wastra dan kerajinan daerah tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memiliki daya saing.

Dengan keberanian generasi muda untuk berkarya dan memperkuat kolaborasi, wastra Tanah Laut diharapkan mampu bergerak dari ruang budaya lokal menuju industri kreatif yang memiliki jangkauan pasar lebih luas.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama