Trending

Taufik Rahman Minta Pemkab Batola Atasi Ancaman Gagal Panen

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Taufik Rahman – Foto Ist


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Taufik Rahman meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) bisa segera mengambil langkah cepat dan konkrit yang mengakibatkan terjadinya gagal panen di sejumlah wilayah.

"Maka dari itu, kami menginginkan dari Pemkab Batola dapat segera mengambil langkah nyata apabila memang terjadi gagal panen. Dampaknya sangat dirasakan petani dan berpotensi mempengaruhi stabilitas harga pangan ke depannya," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Taufik Rahman yang merupakan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel menjelaskan, penanganan ideal dilakukan melalui tiga tahapan yaitu, penanganan darurat, pemulihan dan pencegahan. 

Langkah awal yang harus dilakukan adalah pendataan cepat terhadap luas lahan terdampak dan jumlah petani yang mengalami kerugian dengan disertai penetapan status kejadian agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Pendataan harus segera dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Setelah itu, pemerintah perlu memastikan petani mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk kembali menanam," ungkapnya.

Taufik juga mendorong pemerintah dapat menyalurkan bantuan benih padi, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian serta bantuan tunai atau subsidi bagi petani yang kehilangan pendapatan. 

Selain itu, optimalisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dinilai penting agar petani segera memperoleh klaim dan memiliki perlindungan pada musim tanam berikutnya.

Taufik pun mengingatkan lagi, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah penyakit tungro. Penyakit virus yang ditularkan oleh wereng hijau tersebut, dapat menyebabkan daun menguning, tanaman menjadi kerdil dan bulir padi tidak terisi sehingga produksi menurun drastis.

"Batola merupakan salah satu lumbung padi Kalsel sehingga perlu strategi jangka panjang melalui modernisasi pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, penguatan penyuluhan, pemanfaatan teknologi informasi cuaca dan perlindungan lahan pertanian agar produktifitas tetap terjaga," jelasnya.

Penulis: Fathur

Lebih baru Lebih lama