![]() |
| SOSOK: Ketua DPD PKS Kabupaten Balangan, Syahbudin - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Ketua DPD PKS Kabupaten Balangan, Syahbudin, menyambut positif pelaksanaan program beasiswa anak yatim yang mulai dijalankan Pemerintah Kabupaten Balangan sejak 1 Juli 2026. Program tersebut dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
Menurut Syahbudin, kebijakan pemberian beasiswa kepada dua orang anak dari setiap kepala keluarga yang meninggal dunia tidak hanya membantu meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Kami mengapresiasi kebijakan Bupati Balangan yang memberikan beasiswa kepada dua orang anak dari setiap kepala keluarga yang meninggal dunia. Ini merupakan program yang sangat baik karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yatim agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya," ungkapnya.
Ia berharap program tersebut mampu memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Namun demikian, Syahbudin menekankan pentingnya pengelolaan program secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak menerima.
"Harapan kami, pendataan calon penerima dilakukan secara akurat, prosesnya mudah, dan pengawasannya diperkuat agar bantuan ini benar-benar sampai kepada yang berhak. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjadi investasi besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Balangan," tegasnya.
Ia menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, hingga masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat, Syahbudin optimistis program beasiswa anak yatim tidak hanya menjadi bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi dalam mencetak generasi Balangan yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang.
Penulis: Mardiana

