![]() |
RENOVASI: Gerbang batas Kota Banjarmasin segera direnovasi – Foto Diskominfo Banjarmasin |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarmasin akan merenovasi total gerbang batas Kota Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin bahkan tengah menyiapkan perbaikan menyeluruh dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp300 juta yang diusulkan pada APBD Perubahan Tahun 2026.
Langkah ini menjadi jawaban konkret atas sorotan publik terhadap kondisi gerbang ikonik "Kota Seribu Sungai" yang kian memprihatinkan.
Selain lepasnya keramik dinding atas dan bawah yang mengancam keselamatan pengendara, estetika gerbang juga terganggu akibat coretan vandalisme di tiang bangunan serta maraknya tunawisma yang menjadikannya tempat tidur.
Menanggapi tudingan miring bahwa aset tersebut ditelantarkan sejak berdiri, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, langsung memberikan klarifikasi.
Ia meluruskan bahwa dana perawatan rutin sebenarnya selalu mengalir tiap tahun, meski dengan porsi yang belum maksimal.
"Setiap tahun memang ada anggaran pemeliharaan. Hanya saja, sebelumnya sifatnya perbaikan pada spot-spot kecil. Baru pada tahun ini arahnya pemeliharaan secara lebih menyeluruh terhadap gerbang pintu masuk tersebut, karena kerusakannya juga cukup membahayakan," ujar Chandra, Selasa (7/7/2026).
Sembari menunggu ketukan palu anggaran perubahan di paruh kedua tahun ini, Dinas PUPR bergerak taktis. Langkah awal yang diambil adalah menerjunkan tim teknis dari Bidang Cipta Karya guna memetakan kerusakan fisik dan mengamankan area dari potensi runtuhan keramik susulan.
"Tim Bidang Cipta Karya sudah melakukan survei. Dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan sementara terlebih dahulu untuk mengamankan lokasi, sebelum nanti perbaikan secara menyeluruh dilaksanakan melalui anggaran perubahan," tambah Chandra.
Tak sekadar menambal bagian yang rusak, proyek pembenahan total ini juga mencakup evaluasi teknis pemilihan material bangunan.
Mengingat gerbang berada di jalur trans-Kalimantan yang sarat getaran kendaraan berat dan paparan cuaca ekstrem, Dinas PUPR berencana menanggalkan material keramik lama.
"Selain masalah struktur, pihak PUPR juga tengah mengevaluasi jenis material baru. Mereka berencana mengganti material keramik lama dengan bahan yang jauh lebih kokoh agar tidak mudah lepas akibat faktor cuaca dan getaran lalu lintas kendaraan berat di jalur trans-Kalimantan tersebut," tutupnya.
Penulis: Rian
