Trending

Sensus Ekonomi 2026 Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

 

Salah seorang petugas SE26 sedang melakukan pengecekan data.
(Foto: Yadie Asa)

RILISKALIMANTAN.COM - Sensus Ekonomi 2026 (SE26) kini sedang berlangsung. Berbagai dinamika di lapangan pun bermunculan. Diantaranya kekhawatiran warga atau pelaku usaha yang mengaitkan berbagai pertanyaan dengan persoalan pajak. Hal ini tentunya tidak terlepas dari situasi saat ini adanya berbagai kebijakan nasional terkait pajak.

"Mereka memang tidak mempertanyakan langsung soal pajak. Tapi ketika ditanya soal penghasilan dan usaha yang jalankan, mereka seperti sulit untuk menjawabnya. Nah, di sini langsung saja kita jelaskan bahwa data-data yang diberikan tidak ada kaitannya dengan pengenaan pajak dari pemerintah," ujar salah seorang pencacah Erlin Susanti yang bertugas di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak Batola, ditemui Selasa (14/7/2026).

Terkait isu pajak di SE26, Kepala BPS Kabupaten Barito Kuala Rudy Noryadi, menjelaskan hal itu sama sekali tidak ada hubungannya. Semua data yang diambil pencacah dijamin kerahasiaannya sesuai dengan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 

"Petugas kami diwajibkan memberikan penjelasan secara humanis, bahwa kerahasiaan data responden dijamin sepenuhnya oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Kami meyakinkan pelaku usaha bahwa data ini murni untuk kompilasi statistik makro dan perencanaan ekonomi nasional. Seratus persen tidak ada kaitannya dengan pajak," ujar Rudy Noryadi, saat dihubungi di kantornya di Marabahan..

Menurut Rudy Noryadi jika ada warga atau responden/pelaku usaha yang menolak, petugas tidak akan memaksa. Petugas disarankan bisa berkoordinasi dengan Ketua RT setempat atau tokoh masyarakat lainnya. Bisa juga dilakukan kunjungan ulang bersama pendamping.

Untuk tahapan pencacahan lapangan secara masif di wilayah Barito Kuala sampai (14/7/2026) telah menyelesaikan sebanyak 45,93% pendataan. "Fokus kami di pertengahan Juli ini adalah fase akselerasi lapangan. Ratusan petugas pencacah kami sedang bergerak masif secarad door to door menyisir berbagai lokasi di 17 kecamatan di Bumi Ije Jela ini," ujar Rudy Noryadi optimis. 

Penulis: Khairiadi Asa



Lebih baru Lebih lama