![]() |
| SOSOK: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 20226 di Indonesia Arena - Foto Dok Idntimes |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 20226 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Di tengah pidatonya, Prabowo bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti apakah seorang Presiden boleh mengucapkan kata "bajingan" di depan umum.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari politik adu domba. Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai melalui pertikaian antarkelompok.
"Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga," ujar Prabowo.
Usai melontarkan pernyataan itu, Prabowo kemudian menoleh kepada Abdul Mu'ti dan bertanya apakah Presiden diperbolehkan menggunakan kata tersebut.
"Presiden boleh ngomong bajingan enggak? Boleh? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan," ucapnya yang disambut tawa para peserta.
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa kata "bajingan" yang digunakannya bukan dimaksudkan sebagai umpatan atau kata kasar. Menurutnya, istilah tersebut merupakan bagian dari bahasa Betawi yang kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari.
"Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi ya. Saya kan Betawi, maaf, kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry ye. Ini hari jadi koperasi atau mulai kampanye ini," katanya.
Pernyataan tersebut langsung mengundang respons dan gelak tawa dari para tamu yang menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79.
Sumber: Idntimes.com

