RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dalam satu tahun terakhir, Kota Banjarbaru bergerak dalam pola pembangunan yang tidak hanya menekankan pertumbuhan fisik, tetapi juga perubahan arah kebijakan yang lebih menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono, Banjarbaru menguat sebagai kota yang mencoba menyeimbangkan tiga hal sekaligus: kepedulian sosial, penguatan sumber daya manusia, dan percepatan ekonomi.
Berbagai capaian yang diraih sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 menunjukkan upaya membangun kota tidak lagi hanya diukur dari besarnya proyek pembangunan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Mulai dari perluasan layanan bagi kelompok rentan, peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan investasi yang melampaui target, hingga pembenahan lingkungan dan infrastruktur perkotaan menjadi bagian dari arah pembangunan yang dirangkum dalam visi Banjarbaru EMAS.
![]() |
| BANTUAN SOSIAL: Pembangunan Banjarbaru diarahkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat - Foto Dok H. Faidur |
Membangun Kota yang Peduli
Transformasi Banjarbaru paling nyata terlihat pada bagaimana pemerintah kota memperluas perhatian kepada kelompok yang sebelumnya kerap berada di pinggir kebijakan.
Perhatian itu tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui penguatan sistem pelayanan yang lebih terstruktur.
Kelompok lanjut usia menjadi salah satu prioritas melalui berbagai program bantuan sosial, layanan kesejahteraan, hingga kunjungan langsung kepala daerah kepada warga lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
Saat mengunjungi Nenek Saniah di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Januari 2026, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa pemerintah harus terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir, peduli, dan melayani masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Lisa.
Perhatian terhadap kelompok rentan juga terlihat melalui dialog tatap muka bersama kaum dhuafa, janda, dan lansia di Banjarbaru Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan sembako, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung untuk mendengar persoalan masyarakat.
“Kalau bukan kita yang memperhatikan, siapa lagi,” tegas Lisa saat meminta lurah dan camat lebih aktif menjangkau warga lanjut usia yang hidup sendiri.
![]() |
| KUNJUNGAN: Wali Kota Banjarbaru saat mengunjungi warga lanjut usia sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan - Foto Dok H. Faidur |
Komitmen terhadap inklusivitas juga diperlihatkan melalui penguatan layanan bagi penyandang disabilitas.
Banjarbaru saat ini memiliki 629 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di puluhan sekolah inklusi. Pemerintah juga memperkuat Unit Layanan Disabilitas pertama di Kalimantan Selatan serta memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan dan kemitraan dengan dunia usaha.
Ketika menutup program pelatihan kerja difabel pada April 2026, Lisa menegaskan bahwa kesempatan kerja harus terbuka bagi semua warga.
“Kami ingin penyandang disabilitas di Banjarbaru memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, mandiri, bahkan berwirausaha.”
![]() |
| SETARA: Wali kota Lisa bersama peserta pelatihan komputer tingkat dasar dari kalangan disabilitas - Foto Dok H. Faidur |
Perhatian terhadap pembangunan karakter masyarakat juga terlihat melalui kebijakan peningkatan penerima insentif pengajar Al-Qur'an hingga 100 persen pada 2026.
Selain itu, untuk pertama kalinya PPPK paruh waktu dan PJLOP menerima Tunjangan Hari Raya (THR), kebijakan yang mendapat apresiasi luas dari para penerima manfaat.
Seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sosial mulai ditempatkan sebagai fondasi penting dalam pembangunan kota.
Menyiapkan SDM Masa Depan
Selain aspek sosial, Banjarbaru juga memperkuat fondasi sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang.
Pendidikan menjadi sektor yang menunjukkan perkembangan paling konsisten.
Banjarbaru mencatat berbagai capaian penting, mulai dari peningkatan angka pendidikan masyarakat, penguatan sekolah inklusi, hingga penghargaan nasional atas implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang objektif dan transparan.
Pemerintah juga terus memperkuat layanan pendidikan inklusif dengan menyiapkan tambahan 43 Guru Pendamping Khusus guna memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.
![]() |
| INTERAKSI: Wali Kota Banjarbaru menyapa sejumlah pelajar saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 - Foto Dok Istimewa |
Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025, Lisa menegaskan bahwa pendidikan harus memberikan ruang yang sama bagi seluruh anak.
“Angka ini bukan sekadar data tetapi bukti bahwa Banjarbaru terus berubah menjadi kota yang terbuka, ramah dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi semua anak untuk berkembang.”
Banjarbaru juga menjadi lokasi peluncuran Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepercayaan pemerintah pusat tersebut memperkuat posisi Banjarbaru sebagai salah satu daerah yang serius membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas.
Hasilnya mulai terlihat melalui capaian literasi tingkat SMP yang mencapai 88,42 persen serta berbagai penghargaan pendidikan yang diraih daerah tersebut.
Pembangunan sumber daya manusia di Banjarbaru tidak lagi dipandang sebagai program jangka pendek, melainkan investasi masa depan untuk meningkatkan daya saing daerah.
![]() |
| KOMPAK: Banjarbaru menjadi lokasi peluncuran Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tingkat nasional - Foto Dok Istimewa |
Menggerakkan Ekonomi Daerah
Dari sisi ekonomi, Banjarbaru mencatat salah satu pertumbuhan paling progresif di Kalimantan Selatan.
Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun atau melampaui target pemerintah kota hingga lebih dari dua kali lipat.
Masuknya investasi dari berbagai negara menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi daerah.
“Capaian investasi ini menunjukkan bahwa Banjarbaru semakin dipercaya sebagai lokasi yang aman dan menjanjikan bagi para investor,” kata Lisa.
Pertumbuhan investasi tersebut ikut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja serta penurunan tingkat pengangguran terbuka.
![]() |
| GEDUNG: Realisasi investasi Banjarbaru tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun dan melampaui target daerah - Foto Dok H. Faidur |
Di sisi lain, Banjarbaru juga mencatat sejarah baru dengan diberlakukannya Upah Minimum Kota (UMK) perdana tahun 2026 yang nilainya lebih tinggi dibanding Upah Minimum Provinsi Kalimantan Selatan.
Sektor UMKM juga mendapat perhatian besar.
Pemerintah menyediakan 170 stan gratis bagi pelaku usaha kecil dalam Pasar Ramadan 2026, memperkuat pendampingan usaha, serta mendorong produk lokal masuk ke jaringan ritel modern.
Peresmian Rumah Produksi Bigfast menjadi salah satu simbol penguatan ekonomi kerakyatan yang diarahkan menuju peningkatan kualitas produk dan daya saing pasar.
Menurut Lisa, keberhasilan pembangunan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelaku usaha lokal.
“Inovasi, kreativitas, dan keberanian membaca peluang menjadi kunci agar UMKM bisa bertahan dan terus tumbuh.”
Perpaduan antara investasi besar dan penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu karakter pembangunan ekonomi Banjarbaru dalam satu tahun terakhir.
![]() |
| PERESMIAN: Rumah Produksi Bigfast menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal - Foto Dok H. Faidur |
Menata Kota Berkelanjutan
Pembangunan Banjarbaru tidak hanya berhenti pada ekonomi dan sosial, tetapi juga menyentuh aspek keberlanjutan kota.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu isu utama yang mulai dibenahi secara sistematis.
Pemerintah mendorong perubahan paradigma dari pola kumpul-angkut-buang menuju pemilahan sampah dari sumber atau rumah tangga.
Langkah tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang bahkan menyebut Banjarbaru memiliki potensi menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah.
“Saatnya Banjarbaru membangun keunggulan komparatif ini menjadi keunggulan kompetitif,” ujar Hanif saat berkunjung ke Banjarbaru pada April 2026.
![]() |
| KUNJUNGAN: Pemerintah pusat mendorong Banjarbaru menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat - Foto Dok H. Faidur |
Selain lingkungan, pemerintah juga memperkuat pembangunan infrastruktur dasar.
Banjarbaru meraih Sutami Awards 2025 sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan jalan.
Perbaikan sejumlah ruas jalan prioritas terus dilakukan melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Tak hanya jalan, perhatian juga diarahkan pada sistem drainase perkotaan.
Pada Juni 2026, Wali Kota Lisa turun langsung meninjau perbaikan drainase di Jalan Ahmad Yani sebagai upaya mengurangi genangan yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Semoga perbaikan ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi genangan, memperlancar arus lalu lintas, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat Banjarbaru,” ujarnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik baru, tetapi juga penyelesaian persoalan sehari-hari yang dirasakan masyarakat.
![]() |
| INFRASTRUKTUR: Perbaikan drainase dan infrastruktur jalan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat - Foto Dok Istimewa |
Menatap Tahap Berikutnya
Satu tahun perjalanan Banjarbaru EMAS menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari jumlah proyek yang dikerjakan atau besarnya anggaran yang dibelanjakan.
Pembangunan juga dinilai dari kemampuan pemerintah menghadirkan layanan yang lebih inklusif, memperkuat kualitas sumber daya manusia, membuka peluang ekonomi, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Tantangan tentu masih terbuka, mulai dari menjaga konsistensi pelayanan publik, memperluas pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas lingkungan, hingga mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika nasional.
Namun berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun pertama menunjukkan bahwa Banjarbaru tengah bergerak menuju fase pembangunan yang lebih matang.
Jika konsistensi tersebut dapat dipertahankan, Banjarbaru berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan paling dinamis, inklusif, dan kompetitif di Kalimantan Selatan.
Penulis: H. Faidur
.jpg)



.jpg)




