![]() |
| BICARA: Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat menyampaikan korelasi antara Pancasila dalam kehidupan beragama - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengajak masyarakat memahami Pancasila sebagai nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan beragama. Pesan tersebut disampaikan saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin.
Kegiatan yang diikuti pengurus yayasan, pengelola pondok pesantren, dan para santri itu menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Desy menegaskan bahwa prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila memiliki keselarasan dengan ajaran agama. Nilai seperti keimanan, keadilan, persaudaraan, musyawarah, hingga kepedulian sosial dinilai menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalau kita perhatikan, nilai-nilai Pancasila itu sangat dekat dengan apa yang diajarkan agama. Karena itu, menjaga dan mengamalkan ajaran agama dengan baik juga menjadi bagian dari menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Desy dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap ajaran agama dapat menjadi fondasi penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran spiritual, tetapi juga tanggung jawab sosial sebagai warga negara.
Desy juga menyoroti tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial. Berbagai informasi, budaya, dan gaya hidup yang datang dari luar dinilai dapat memengaruhi cara pandang masyarakat, terutama generasi muda.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat pemahaman agama sebagai bekal dalam menyaring berbagai pengaruh yang masuk di era digital. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki pijakan nilai yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bertentangan dengan norma sosial maupun nilai kebangsaan.
Ia menilai implementasi ajaran agama yang benar menjadi salah satu benteng dalam menjaga karakter bangsa. Ketika nilai-nilai agama dipahami secara menyeluruh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat akan lebih mudah menumbuhkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Desy mengatakan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai yang diajarkan agama sekaligus menjadi ruh dari Pancasila sebagai dasar negara.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap para pengurus yayasan, pengelola pondok pesantren, dan santri dapat menjadi contoh dalam mengamalkan nilai-nilai agama dan Pancasila secara beriringan.
Menurutnya, tidak ada pertentangan antara keduanya. Justru nilai agama dan Pancasila saling melengkapi dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
"Keduanya bukanlah hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, rukun, dan cinta tanah air," ujarnya.
Penulis: H. Faidur

