![]() |
| KOMPAK: Ketua BKOW Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi membuka kegiatan Rapat Koordinasi BKOW dan Gabungan Organisasi Wanita se-Kalsel - Foto Dok Wasaka |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan peran perempuan dalam menjaga lingkungan melalui Rapat Koordinasi BKOW dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se-Kalimantan Selatan yang digelar di Aula Selidah, Marabahan, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri perwakilan organisasi wanita dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan itu mengangkat tema "Perempuan Berkarya: Menguatkan Peran BKOW dan GOW dalam Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan".
Ketua BKOW Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen organisasi wanita dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
Menurut Ellyana, isu lingkungan saat ini menjadi perhatian bersama karena dunia tengah menghadapi berbagai tantangan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
"Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun ini menjadi panggilan bagi seluruh bangsa untuk merespons tiga krisis yang mengancam bumi kita, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi," ujarnya.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan, terutama melalui peran dalam keluarga dan masyarakat.
"Dalam semangat tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yaitu Saatnya Bekerja untuk Iklim, perempuan memiliki peran penting untuk mendidik anak-anak bahwa menjaga lingkungan adalah amanah yang harus dijalankan bersama," kata Ellyana.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan berkelanjutan, BKOW Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan bibit pohon kepada seluruh perwakilan GOW kabupaten dan kota yang hadir.
Ellyana berharap bibit yang dibagikan tidak hanya menjadi simbol kegiatan seremonial, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
"Setiap bibit yang kita terima hari ini adalah harapan yang ditanam untuk hari esok. Karena itu, mari kita rawat dan jaga dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi seminar bertema lingkungan hidup yang menghadirkan Direktur Bank Sampah, Fathurrahman, serta Mukti Iwan dari Bidang Bisnis Lingkungan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR).
Berbagai penampilan turut memeriahkan acara pembukaan, mulai dari atraksi kuntau, fashion show bertema cinta lingkungan hingga Tari Sambang Pitih.
Usai pembukaan, seluruh peserta mengikuti rapat koordinasi yang membahas perkembangan program organisasi wanita di masing-masing daerah. Perwakilan GOW kabupaten dan kota secara bergantian memaparkan berbagai kegiatan, capaian, serta tantangan yang dihadapi selama periode Januari hingga Mei 2026.
Menurut Ellyana, laporan tersebut menjadi bahan penting bagi BKOW untuk menyusun program kerja yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan daerah.
"Laporan yang disampaikan ibu-ibu penting sebagai bahan evaluasi dan bahan penyusunan program untuk kita ke depannya," katanya.
Ia juga berharap forum tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus melahirkan berbagai ide kolaborasi antarorganisasi wanita di Kalimantan Selatan.
"Kami berharap dari pemaparan program masing-masing GOW akan muncul ide-ide kolaborasi yang bisa dijalankan bersama dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing," ujar istri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan tersebut.
Dalam rapat itu juga dibahas rencana pelaksanaan rapat koordinasi berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Balangan pada November atau Desember 2026.
BKOW Kalimantan Selatan berharap sinergi yang terbangun melalui forum tersebut dapat semakin memperkuat kontribusi organisasi wanita dalam pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Penulis: H. Faidur

