Trending

Pemprov Kalsel Percepat Tahapan PDSK Bendungan Riam Kiwa

SOSOK: Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat melakukan sesi wawancara bersama awak media - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat tahapan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk pembangunan Bendungan Riam Kiwa melalui rapat koordinasi teknis yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Senin (11/5/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat H Maksud Kantor Gubernur di Banjarbaru itu dihadiri Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur, bersama sejumlah pejabat dari kementerian dan instansi terkait.

Turut hadir perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Badan Pertanahan Nasional, hingga Polres Banjar.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah percepatan, di antaranya inventarisasi dan identifikasi menyeluruh terhadap lahan seluas 771,51 hektare serta pengajuan legal opinion kepada Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Tim Satgas PDSK juga dibagi menjadi dua bagian, yakni tim verifikasi dan administrasi serta tim lapangan untuk mendukung proses percepatan pendataan.

Selain itu, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin akan menyiapkan pengadaan konsultan administrasi dan inventarisasi PDSK dalam rangka penyediaan lahan pembangunan bendungan.

Pemerintah Kabupaten Banjar juga akan menugaskan Camat Paramasan bersama kepala desa setempat untuk mendampingi tim satgas melakukan pendataan masyarakat terdampak.

Usai rapat, Syarifuddin mengatakan seluruh pihak telah sepakat mempercepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa dengan target penyelesaian pada 2028 mendatang.

“Sudah sepakat masyarakat untuk ganti rugi dan anggaran sudah tersedia,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Saidi Mansyur menilai keberadaan Bendungan Riam Kiwa akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pengendalian banjir di Kabupaten Banjar.

Selain itu, bendungan juga dinilai mendukung sektor pertanian serta ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami mengapresiasi usaha bersama menghadirkan ikhtiar ini (pembangunan Riam Kiwa, red) dan kami siap mendampingi,” ujar Saidi.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Bendungan Riam Kiwa dengan kapasitas 90 juta meter kubik diperkirakan mampu mereduksi banjir hingga 80 persen dan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut mendorong percepatan pembangunan bendungan sebagai langkah mitigasi banjir di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan secara umum.

Sumber: Wasaka

Lebih baru Lebih lama