Trending

Juknis SPMB 2026 Kalsel Rampung, Disdikbud Segera Sosialisasikan ke Masyarakat

SOSOK: Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dedi Hidayat, saat memberikan keterangan tentang kesiapan juknis SPMB 2026 - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 telah selesai disusun dan siap untuk segera disosialisasikan.

Kepala Disdikbud Kalsel melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dedi Hidayat, menyampaikan bahwa penyusunan juknis tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewajibkan penetapan melalui persetujuan Gubernur.

“Kami telah menyusun juknis SPMB sesuai Surat Edaran Kemendikdasmen dengan menyesuaikan kondisi saat ini, dan dalam waktu dekat akan segera disosialisasikan,” ujar Dedi di Banjarbaru, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Disdikbud Kalsel kembali menggandeng PT Telkom untuk mendukung sistem pendaftaran berbasis daring.

Menurutnya, pihak Telkom telah menyatakan kesiapan, termasuk melakukan sejumlah peningkatan layanan agar sistem tetap berjalan optimal, terutama di wilayah pelosok.

“Dalam rapat terakhir, pihak Telkom menyatakan siap mendukung. Beberapa perbaikan juga akan dilakukan agar layanan tetap optimal, khususnya di wilayah pelosok,” katanya.

Terkait mekanisme seleksi, Disdikbud Kalsel masih mengacu pada pola sebelumnya dengan penyesuaian pada komposisi penilaian, yakni 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMP.

Sementara itu, jalur penerimaan dibagi menjadi beberapa kategori, yakni jalur domisili sebesar 35 persen, jalur prestasi sekitar 30 persen yang terbagi antara akademik dan non-akademik, jalur afirmasi sebesar 30 persen bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas, serta jalur mutasi sebesar 5 persen.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan tim pengawasan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala, termasuk jika terjadi kesamaan nilai antar peserta.

“Jika terdapat nilai yang sama dan masih dalam kuota, maka hal tersebut tidak menjadi masalah,” tambahnya.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, seperti sekolah swasta, SMK, hingga pondok pesantren untuk memastikan seluruh lulusan SMP tetap mendapatkan akses pendidikan.

Disdikbud Kalsel juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperoleh data akurat jumlah lulusan SMP sebagai dasar pemetaan daya tampung sekolah.

“Kami telah bersurat ke Kemendikdasmen dan meminta data dari kabupaten/kota terkait jumlah lulusan SMP agar dapat dipetakan sebarannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, sinkronisasi jadwal juga dilakukan bersama Kementerian Agama agar tidak terjadi benturan dengan jadwal pendaftaran di pondok pesantren.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Disdikbud Kalsel menyiapkan helpdesk, hotline, serta operator di tingkat sekolah dan dinas guna memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.

“Kami menyiapkan helpdesk dan hotline, serta operator di tingkat sekolah dan dinas agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.

Adapun jadwal pelaksanaan SPMB 2026 dimulai pada 22 hingga 24 Juni untuk tahap pendaftaran, dilanjutkan rapat koordinasi pada 25 Juni, dan pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni 2026.

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama