Trending

Modal Asing Keluar Rp13,92 Triliun dalam Sepekan, IHSG Tertekan hingga Awal Pekan

PERGERAKAN HARGA: Grafik keuangan yang digunakan dalam analisis teknikal untuk memvisualisasikan pergerakan harga aset - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Total modal asing keluar (capital outflow) atau nilai jual bersih investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan perdagangan 26–30 Januari 2026 tercatat mencapai Rp13,92 triliun.

Berdasarkan data RTI Business, capital outflow terbesar terjadi pada Rabu (28/1/2026) dengan nilai Rp6,12 triliun. Pada hari tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 7,35 persen dan sempat mengalami trading halt setelah penurunan menyentuh 8 persen.

Tekanan terhadap IHSG terjadi setelah pengumuman dari penyedia indeks global Morgan Stanley International Capital (MSCI) terkait pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. Kebijakan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap isu free float dan aksesibilitas pasar.

Pada Kamis (29/1/2026), tekanan di pasar modal mulai berkurang meskipun IHSG masih ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,20. Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp5,10 triliun. Dengan demikian, total modal asing keluar selama dua hari gejolak pasar mencapai Rp11,22 triliun.

Sementara itu, pada Jumat (30/1/2026), investor asing kembali mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,53 triliun, meskipun IHSG berhasil menguat 1,18 persen. Secara total, modal asing yang keluar selama tiga hari gejolak pasar mencapai Rp12,75 triliun.

Namun demikian, pasar modal kembali diliputi volatilitas seiring dengan mundurnya sejumlah pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada awal pekan ini, Senin (2/2/2026), IHSG kembali dibuka melemah. Mengutip RTI Business, IHSG dibuka di level 8.306,163. Hingga pukul 09.22 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.982,633 atau melemah 346,972 poin (4,17 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 8.313,058 sebelum terus tertekan hingga menyentuh level terendah 7.904,170.

Sebanyak 593 saham tercatat melemah, 64 saham menguat, dan 56 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 15,245 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,525 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 871.631 kali, sementara kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp14.388,337 triliun.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama