![]() |
| PERLENGKAPAN SEKOLAH: Ilustrasi topi yang bisa digunakan oleh siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, NTT – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya. Anak tersebut diduga nekat melakukan tindakan tersebut karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu berinisial MGT (47) merupakan orangtua tunggal yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berisi pesan perpisahan.
“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa anak tersebut.
“Kami prihatin, turut berduka. Tentu, ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem, red.) yang tidak terdata,” kata Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Gus Ipul menekankan pentingnya penguatan basis data Kementerian Sosial agar seluruh keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat terjangkau oleh program perlindungan sosial pemerintah.
“Ini hal yang sangat penting. Saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi keprihatinan bersama dan harus menjadi momentum untuk memperkuat peran negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“(Insiden) Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” pungkasnya.
Sumber: Antara.com

