Trending

Bos BI soal Rupiah Betah di Rp16 Ribu: Sangat Stabil, Terbaik Dunia

 

STABIL: Gubernur BI Perry Warjiyo buka suara soal pelemahan rupiah hingga tembus Rp16 ribu dan bertahan di level tersebut hingga saat ini -Foto dok cnnindonesia.com


RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara soal pelemahan rupiah hingga tembus Rp16 ribu dan bertahan di level tersebut hingga saat ini.

Perry mengatakan kondisi mata uang Indonesia masih stabil bila dibandingkan beberapa negara lain, bahkan termasuk mata uang dengan kurs terbaik.

"Rupiah kita sangat stabil, salah satu yang terbaik di dunia dan kita terus melakukan suatu langkah-langkah stabilisasi nilai tukar," kata Perry pada Kamis (14/6/2024) di Istana Kepresidenan, Jakarta.


Kendati demikian, Perry memastikan Bank Indonesia telah melakukan berbagai intervensi. Salah satunya menarik portofolio asing ke dalam negeri.

Ia kemudian meminta publik membandingkan kondisi mata uang Indonesia dengan Korea Selatan, Filipina, Thailand, hingga Jepang. Sebab, depresiasi mata uang rupiah paling rendah dan stabil dibandingkan negara-negara tersebut.

"Rupiah di 16.300, tolong dilihat dari akhir tahun kemarin, Indonesia itu sangat rendah dan kalau dibandingkan dengan negara lain, sangat lebih rendah dari negara lain," ujarnya.

Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp16.302 per dolar AS pada Jumat (14/6/2024). Mata uang Garuda melemah 32 poin atau minus 0,20 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia juga mayoritas melemah. Yuan China melemah 0,02 persen, dolar Singapura turun 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen dan peso Filipina turun 0,06 persen.

Selanjutnya, won Korea Selatan menurun 0,35 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,17 persen, yen Jepang minus 0,18 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju bervariasi. Euro Eropa plus 0,04 persen, franc Swiss naik 0,01 persen, sedangkan poundsterling Inggris turun 0,05 persen dan dolar Australia melemah 0,08 persen.

Sumber: cnnindonesia.com

Lebih baru Lebih lama
Pilkada-Kota-BJB